Program Pendidikan

1. Kurikulum

     Mulai tahun pelajaran 2004/2005 berlaku Kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) Berbasis Kompetensi (KBK).  SMA Al-Muayyad menerapkan kurikulum itu seluruhnya. Dengan 8 jam pelajaran perhari dan libur pada hari Jum’at, SMA Al-Muayyad bisa memberikan 5 (lima) pelajaran Pendidikan Agama Islam plus praktek ibadah, yaitu:

a. Al-Quran Hadits,

b. Aqidah Akhlaq,

c. Fiqh,

d. Bahasa Arab, dan

e. Sejarah Peradaban Islam.

     Perluasan kurikulum SMA dengan materi Pendidikan Agama Islam semacam itu dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa-siswa SMA tidak saja mengenal Ilmu Agama Islam, melainkan juga memahaminya sampai tingkat menengah.

    Dari perluasan kurikulum SMA itu dapat dilihat adanya mata pelajaran Sejarah Peradaban Islam. Pelajaran ini membahas sejarah Islam dari sudut sumbangan Islam terhadap perkembangan budaya, politik, sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi. Harapannya adalah agar ilmu pengetahuan yang dikuasai oleh siswa berada dalam gugusan “perbendaharaan (khazanah) ilmu pengetahuan Islam” dan mampu memberikan apresiasi (penghayatan, pemaknaan, dan penghargaan)  terhadap jasa-jasa para tokoh Islam, khususnya di bidang ilmu pengetahuan. Penataran Kepala Sekolah di BPPT RI bekerjasama dengan Ditjen Dikdasmen Depdikbud, awal Nopember 1993, juga menyarankn agar semua siswa SMA pesantren memperoleh muatan tambahan mengenai  Sejarah Peradaban Islam itu.

   Mulai tahun pelajaran 2000/2001 dalam pemantapan pokok-pokok pikiran kurikulum Pendidikan Agama Islam SMA Al-Muayyad, dimasukan muatan Ulumul Quran, Ulumul Hadits dan Ushul Fiqh. Hal ini dimaksudkan untuk membekali siswa agar lebih siap menghadapi permasalahan-permasalahan yang mungkin di masyarakat dengan ilmu-ilmu terapan. Tahun pelajaran 2001/2002 gagasan ini berkembang dengan perlu diadakannya Pelajaran Praktek Ibadah yang kemudian lebih terkenal dengan nama Pelajaran Kesantrian.

  Sesuai dengan dengan Keputusan Mendiknas nomor 22, 23 dan 24 tahun 2006, mulai tahun 2007/2008 diberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMA Al-Muayyad.

 2. Mengaji Al-Qur’an

     Karena SMA Al-Muayyad merupakan SMA Pesantren, maka kegiatan mengaji Al-Quran di pondok termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang juga dipantau oleh sekolah (Guru Pembimbing setiap 2 minggu sekali dan atau bersama Wali Kelas tiap bulan). Mulai tahun 2006/2007 pemantauan dilakukan setiap hari Rabu dan Kamis melalui pelajaran Qiro’atul Qur’an dan Tilawah. Hal ini perlu disadari sejak awal,  karena fasih membaca Al-Qur’an  sangat menentukan pengamalan syari’at agama Islam setiap muslim.

    Untuk mengetahui sejauhmana target dan tingkatan yang telah dicapai masing-masing siswa diadakan ujian mengaji Al-Qur’an yang hasilnya dituangkan dalam sertifikat untuk masing-masing siswa di kelas terakhir.

 3. Madrasah Diniyyah

     Semua siswa SMA Al-Muayyad wajib memperdalam ilmu agama di Madrasah Diniyyah. Kewajiban ini juga dikenakan kepada semua siswa SMP, dan MA.

     Madrasah Diniyyah untuk siswa SMA adalah Madrasah Diniyyah Wustha (Tingkat Menengah). Di sini siswa SMA dapat memilih:

Program A yang  jumlah mata pelajarannya lebih sedikit, tetapi lebih intensif dengan standar Alfiyah. Semua siswa SMA yang sudah lancar membaca & menulis Arab dan pernah mengkaji kitab setaraf Taqrib dan Ajurumiyah, akan sangat beruntung jika ditempatkan di program ini.

Program B yang  jumlah mata pelajarannya lebih banyak, karena menampung siswa SMA dan MA yang belum lancar membaca-menulis Arab dan belum pernah mengkaji kitab setaraf Taqrib dan Ajurumiyah. Dalam program ini siswa SMA dan MA  akan  mendalami ilmu agama Islam setaraf Taqrib dan ‘Umrithi.

Program C khusus mendidik siswa yang mengikuti tahfidhul-Quran. Program ini memberikan bimbingan intensif menghafalkan Kitab Suci Al-Quran dan ilmu-ilmu penunjangnya: Tafsir, Tajwid, Hadits, Fiqh, dan Ulumul-Quran.

     Program-program di Madrasah Diniyyah Wustha itu diselenggarakan untuk memberikan pilihan yang lebih lengkap terhadap minat dan kemampuan siswa SMA, terutama jika yang bersangkutan alumni MTs/SMP Al-Muayyad, sehingga memperoleh bekal pendidikan 6 (enam) tahun di Al-Muayyad yang sangat diidam-idamkan oleh K.H. Ahmad Umar Abdul Mannan.

4. Komputer

     Mulai tahun pelajaran 2004/2005 Ketrampilan Komputer menjadi Kurikulum dengan nama Teknik Informasi Komputer (TIK) yang materinya meliputi: Windows, MS. Word, MS. Excel, MS. PowerPoint, MS. Access, Myob, Correl Draw, Pemrograman dan Internet     

    Dewasa ini hampir semua lapangan kerja dan pendidikan tinggi sangat memerlukan keterampilan komputer. Bahkan untuk sebagian, keterampilan komputer menjadi syarat kecakapan (kualifikasi) yang mutlak. Oleh karenanya, semua siswa SMA Al-Muayyad diwajibkan mengikuti bidang ini dengan sungguh-sungguh.

    Untuk pelaksanaan Program ini, SMA Al-Muayyad bekerjasama dengan STIMIK Sinar Nusantara, IMKA  Surakarta, Solo Com, dan Magistra Utama Cabang Surakarta.

 5. Studi Lapangan

     Kurikulum SMA 1994 memperkenalkan pola STM (Sains, Teknologi, dan Masyarakat) dalam pelaksanaannya. Pola ini berarti bahwa ilmu (sains) diarahkan dapat menjadi kecakapan operatif (terapan) untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan belaka. Melaksanakan pola STM ini, semua siswa Kelas XI SMA Al-Muayyad diajak untuk melakukan Studi Lapangan yang objek dan pelaksanaannya dipilih oleh siswa sendiri di bawah bimbingan Pembina KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) dan Wali Kelas.

 Pola STM dengan penyesuaian dan pengembangan sangat dituntut dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada kurikulum KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMA Al-Muayyad surakarta menuntut proses aktif bagi siswa dan guru dalam mengembangkan potensi siswa sehingga mereka akan “tahu” terhadap pengetahuan dan pada akhirnya “mampu” untuk melakukan sesuatu. Untuk itu diperlukan prinsip dasar KBM dengan memberdayakan semua potensi yang dimiliki siswa sehingga mereka akan mampu meningkatkan pemahamannya terhadap fakta/konsep/prinsip dalam kajian ilmu yang dipelajarinya yang akan terlihat dalam kemampuannya untuk berpikir logis, kritis, dan kreatif.


Selain itu prinsip dasar KBM lainnya adalah: berpusat pada siswa, mengembangkan kreativitas siswa, menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang, mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai, menyediakan pengalaman belajar yang beragam dan belajar melalui berbuat.

Prinsip KBM di atas akan mencapai hasil yang maksimal dengan memadukan berbagai metode dan teknik yang memungkinkan semua indera digunakan sesuai dengan karakteristik masing-masing pelajaran.

6.  Karya Tulis

     Pada Semester 2 kelas X tugas menyusun Karya Tulis mulai diberikan dengan latihan terlebih dahulu. Karya Tulis ini harus selesai sebelum memasuki Ulangan Blok Semester ke-1 Kelas XII.  Ujian Karya Tulis diselenggarakan sewaktu siswa telah menyelesaikannya. Kemampuan menuangkan gagasan secara tertulis yang sistematik dan metodologik sangat diperlukan, sekalipun sebagai pemuka agama. Sekolah memandang perlu menekankan latihan penulisan ilmiah ini bagi semua siswa. Untuk itu, sekolah mengangkat seorang Guru sebagai Koordinator Pembimbing Karya Tulis.

       Tahun 2006/2007 ini sekolah bekerjasama dengan LP2M Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret (UNS) untuk pemantapan kemampuan pembimbing dan teknik-teknik penulisan Karya Tulis untuk siswa.

7. Tes Inteligensi

     Tiap tahun sekolah menyelenggarakan Tes Inteligensi bagi siswa Kelas X. Tes ini sangat penting untuk mengetahui kemampuan dasar siswa dan penjurusan di Kelas XI. Untuk menyelenggarakan tes ini, sekolah bekerjasama dengan Tim Ahli dari Laboratorium Bimbingan Konseling & Psikometrika  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

     Fungsi utamanya adalah menjajagi “bakat” dan “kemampuan dasar” siswa,  sehingga sejak dini setiap siswa diharapkan mampu melihat potensi dan prospek dirinya. 

 8. Bimbingan Konseling & Bimbingan Karir

Remaja seusia SMA sangat membutuhkan pendamping dan pembimbing dalam hal: memahami diri, keluarga, dan lingkungannya, merencanakan jurusan, memecahkan masalah pribadi, merenca-nakan masa depan, dan berbincang-bincang santai yang bermanfaat.

     Pendamping dan Pembimbing itu adalah Wali Kelas yang dikoordinasikan oleh Guru BK/BK (Bimbingan Konseling & Bimingan Karir), yang berkeahlian.

     Siswa SMA bisa berhubungan dengan Guru BK/BK itu di sela-sela pelajaran. Bahkan kalau memiliki masalah yang cukup berat, bisa meminta ijin untuk berkonsultasi secara khusus. Semua rahasia yang menyangkut masalah siswa yang diketahui oleh Guru BK/BK akan benar-benar dijaga, karena hal itu merupakan  sumpah jabatan atau kode etik Guru BK/BK.

     Bagi kelas XII semester 2 sekolah khusus menyediakan 2 jam pelajaran untuk pelayanan bimbingan/konsultasi tentang seluk beluk PTN. Diharapkan dengan strategi ini banyak siswa yang diterima di PTN.

 9. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)

     SMA Al-Muayyad membentuk KIR  (Kelompok Ilmiah Remaja) sejak Januari 1994.  KIR berfungsi mewadahi minat dan bakat siswa di bidang pembahasan, pengamatan, percobaan, dan penelitian ilmiah. KIR termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang akademik sifatnya.

     Sekolah menunjuk Guru yang memenuhi syarat (ber-kualifikasi) untuk menjadi Pembina KIR yang sekaligus juga mengkoordinasikan pembimbingan Karya Tulis.

     Dari kegiatan ini muncul beberapa prestasi siswa antara lain: Juara II Lomba Penulisan Essai Tingkat SMA se-Eks Karisidenan Surakarta, Juara III Cerpen Tingkat SMA se Jawa Tengah, dan penulisan artikel di Harian Solo Pos.

10. Penilaian/Evaluasi Belajar

Untuk memperoleh data dan informasi sebagai dasar penentuan tingkat keberhasilan peserta didik dalam penguasaan kompetensi dasar yang diajarkan digunakan berbagai jenis tagihan dalam sistem penilaian KTSP yang berkaitan dengan ranah kognitif, afektif ataupun psikomotor, dilaksanakan dalam suasana kondusif, tenang dan nyaman dengan menerapkan prinsip valid, objektif, adil, terpadu, terbuka,  menyeluruh, menggunakan acuan kriteria, dan akuntabel yang terbagi, menjadi 3:

a.   Pelaksanaan penilaian oleh pendidik

Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada tahap ini meliputi:

1)       Melaksanakan penilaian menggunakan instrumen yang telah dikembangkan;

2)       Memeriksa hasil pekerjaan peserta didik mengacu pada pedoman penskoran, untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik;

Hasil pekerjaan peserta didik untuk setiap penilaian dikembalikan kepada masing-masing peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik misalnya, mengenai kekuatan dan kelemahannya. Ini merupakan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk (a) mengetahui kemajuan hasil belajarnya, (b) mengetahui kompetensi yang belum dan yang sudah dicapainya, (c) memotivasi diri untuk belajar lebih baik, dan (d) memperbaiki strategi belajarnya.

b.   Pelaksanaan penilaian oleh satuan pendidikan

Pelaksanaan penilaian oleh satuan pendidikan meliputi kegiatan berikut:

1)       Melaksanakan koordinasi ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas;

2)       Melakukan penilaian akhir untuk mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, danjasmani, olahraga, dan kesehatan;

3)       Menyelenggarakan ujian sekolah untuk mata pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan secara nasional, serta aspek kognitif dan/atau psikomotor untuk mata pelajaran dalam kelompok agama dan akhlak mulia, serta kewarganegaraan dan kepribadian. Penyelenggaraan ujian sekolah mengacu pada Prosedur Operasi Standar Ujian Sekolah (POS-US) yang diterbitkan oleh BSNP.

 c.   Pelaksanaan penilaian oleh pemerintah

Pelaksanaan penilaian oleh pemerintah merupakan kegiatan pengelolaan dan pengendalian pelaksanaan UN mengacu Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional (POS-UN).

 

11. Bimbingan UAN  &  SPMB

     Di Kelas XII dilaksanakan Bimbingan UN dan SPMB yang membahas soal-soal baku (UN dan SPMB). Kegiatan ini dilaksanakan mulai Kelas XII dalam bentuk Ceramah tentang UN dan SPMB, Les dan pembahasan soal UN dan SPMB,  Uji Coba/Simulasi UN dan SPMB yang hasilnya dibagikan dalam bentuk Daftar Nilai Murni.

    Untuk melaksanakan kegiatan ini, SMA Al-Muayyad berkerjasama dengan berbagai lembaga yang bergerak di bidang ini, antara lain:

1. Lembaga Bimbingan Belajar Primagama Surakarta,

2. School of Management and Public Relations “CES” Surakarta,

3. Program Bina  Prestasi  dan  Karir Lembaga Pengembangan Manajemen “LPM Langit Tujuh”, Malang untuk cabang Surakarta,

4. SMAN 1 Surakarta,

5. Lembaga Pendidikan Indonesia Amerika (LPIA) Cabang Surakarta.

6. MKKS SMA Kota Surakarta.

 

     Berdasarkan hasil tes inteligensi, uji coba UN, Nilai Semester 1 Kelas XII, dan Nilai UN, sekolah dapat menyampaikan saran untuk kelanjutan siswa-siswa di perguruan tinggi.

 

12. AMT, AMD, Pengenalan Perguruan Tinggi & Kewirausahaan

      Pelatihan AMT (Achievement Motivation Training) diperuntukkan bagi siswa-siswa Kelas X.

Pelatihan AMD (Achievement Motivation Development) diperuntukkan bagi siswa-siswi Kelas XI.

Sedang Program Pengenalan Perguruan Tinggi dan Kewirausahaan diperuntukkan bagi siswa-siswi Kelas XII.

     Tujuan umum program ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara terpadu yang meliputi: peningkatan kualitas mental, kualitas pola pikir, kualitas proses kerja, kualitas hasil karya dan kualitas hidup.

     Untuk pelaksanaan program ini sekolah bekerjasama dengan:

1.    Al-Muayyad Windan (AMWIN) Institute Al-Muayyad Cab. Windan,

2.    Institut Pengembangan Kewirausahaan dan Kejuruan Indonesia (IPKKI) Surakarta.

3.    Pondok-Pondok Pesantren Alumni di Eks Karisidenan Surakarta. (Sebagai Lokasi AMD)